Bahaya Miom Apabila Tidak Dioperasi

Bahaya Miom Apabila Tidak Dioperasi

Miom sebenarnya bukan penyakit ganas seperti kanker. Bahkan miom bisa hilang dengan sendirinya. Tapi pada beberapa kasus, miom harus mendapatkan penanganan segera, salah satunya dengan operasi. Dan ada Bahaya Miom Apabila Tidak Dioperasi. Seperti apa bahayanya tersebut? Mari kita simak dalam pembahasan berikut ini !

Bahaya Miom Apabila Tidak Dioperasi

Miom memang tidak harus selalu diangkat melalui prosedur operasi, tapi jika miom tersebut sudah memicu perdarahan berlebihan, utamanya saat menstruasi, maka pilihannya tentu harus diangkat dengan jalan operasi. Sebab jika tidak, miom tersebut bisa meningkatkan risiko anemia yang parah. Ketika miom menyebabkan perdarahan dan tidak diangkat, mungkin tubuh akan mengadaptasi. Tapi jika sampai menyebabkan anemia yang parah, maka risiko kesehatan lainnya bisa saja terjadi, yaitu gagal jantung.

Jantung harus memompa darah, mengangkut oksigen. Jika Hb rendah, maka jantung tentu akan kewalahan dipaksa kerja keras. Hal tersebut jelas akan berdampak buruk terhadap kesehatan jantung itu sendiri. Oleh karenanya, anemia yang parah harus dicegah dengan segera mengangkat miom yang menyebabkan pendarahan hebat.

Baca Juga : Ternyata Kunyit Dapat Meringankan Miom

Miom sebenarnya ada yang estrogen dependent dan ada non estrogen dependent. Di mana miom estrogen dependent dipengaruh oleh estrogen, bisa bertambah besar. Bahkan terkadang meskipun sudah dioperasi, bisa tumbuh di tempat lain. Namun miom estrogen dependent tersebut bisa mengecil saat penderitanya memasuki masa menopause. Sedangkan miom non estrogen dependent, tetap bisa bertambah besar meski sudah memasuki masa menopause. Itu karena miom tersebut tidak dipengaruhi oleh estrogen. Dan perlu Anda ketahui, kadar estrogen memang akan menurun pada wanita saat memasuki masa menopause.

Bahaya miom yang tidak dioperasi sebenarnya tidak hanya bisa menyebabkan anemia parah yang berisiko menyebabkan gagal jantung, tapi masih ada banyak bahaya miom lainnya yang bisa terjadi jika tidak segera ditangani dengan operasi, saat miom tersebut sudah berukuran besar tentunya.

Berikut ini adalah beberapa bahaya miom jika tidak segera dioperasi, yaitu :

  • Keguguran. Miom bisa menyebabkan keguguran, karena ketika ukurannya membesar, miom bisa mendorong embrio sehingga tidak bisa menempel dengan baik di dinding rahim, kemudian miom tersebut akan mendesak janin sampai menyebabkan keguguran.
  • Sulit hamil. Miom juga berisiko menyebabkan wanita sulit hamil jika miom tersebut tumbuh di saluran leher rahim, kerena akan membuat leher rahim menjadi kecil dan menghambat masuknya sperma ke dalam rahim, sehingga sulit terjadi pembuahan. Begitu pun jika miom tumbuh di dinding rahim, karena akan menghambat “penanaman” sel telur yang telah dibuahi di sana. Baca Juga : Apakah Miom Pada Ibu Hamil Berbahaya?
  • Sakit saat berhubungan seksual. Salah satu bahaya apabila anda membiarkan penyakit miom tanpa melakukan operasi adalah akan sering merasakan sakit pada saat berhubungan badan dengan suami anda, nah apabila kondisi ini sampai terjadi tentu akan sangat merugikan.
  • Mengalami tekanan pada bagian bagian tertentu. Biasanya tekanan ini diakibatkan karena miom yang sudah membesar dan paling sering yang mengalami tekanan adalah panggul.
  • Timbul rasa nyeri pada bagian perut. Dampak lain yang bisa ditimbulkan apabila miom tidak dioperasi adalah akan timbul rasa sakit pada bagin perut.
  • Infeksi rahim. Apabila miom sudah pada kondisi yang parah dan tidak segera mengambil langkah operasi, maka dampak buruk yang bisa ditimbulkan adalah akan meningkatkan resiko untuk mengalami infeksi pada rahim.

Baca Juga : Testimoni Fiforlif

Kapan Miom Harus Dioperasi?

Tidak ada ukuran standar kapan Miom harus diterapi. Miom besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada Miom yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah miom. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk Miom terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya Miom ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan miom. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Tanda Miom sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh Miom serta tidak tampaknya gambaran Miom pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa :

  • Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
  • Perut terasa penuh dan membesar
  • Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Itulah tadi Bahaya Miom Apabila Tidak Dioperasi. Jadi, miom yang sudah berukuran besar memang sebaiknya segera dilakukan tindakan operasi. Jikapun Anda tidak sanggup atau tidak berani untuk menjalani prosedur operasi, Kami merekomendasikan Anda untuk menggunakan obat herbal Jelly Gamat Gold G yang sudah TERBUKTI AMPUH dan AMAN mengobati miom tanpa operasi dan tanpa efek samping yang membahayakan. Cek Testimoni Jelly Gamat Gold G !

Baca Juga : Manfaat Buah Mengkudu Untuk Miom

Posted by : Admin OBAT PENGHANCUR MIOM

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *